Wisata Gunung Bromo, Landscape terbaik di Jawa Timur

Mengunjungi tempat wisata Gunung Bromo sebenarnya bukan yang pertama kali bagi saya. Setiap melakukan perjalanan menuju Jawa Timur, sebisa mungkin saya selalu menyempatkan diri mengunjungi Gunung Bromo untuk melihat sunrise. Lokasi wisata Gunung Bromo dari dulu memang sudah menjadi lokasi wisata terbaik di Indonesia. Mempunyai Landscape yang begitu luas dengan lautan pasir yang membentang sepanjang kurang lebih 3 km mengelilingi area gunung. Ketika moment matahari terbit, kawasan berpasir ini tertutup kabut tebal di pagi hari. Komposisi kabut tebal dan matahari terbit seperti ini mirip dengan sunrise di Bukit puthuk setumbu yang ada di Yogyakarta.

Spot terbaik pengambilan Sunrise Gunung Bromo adalah dari puncak bukit Pananjakan. Salah satu daerah perbukitan yang mengelilingi kawasan wisata gunung Bromo yang sekaligus menjadi batas wilayah antara lautan pasir dengan daratan lainnya. Dari tempat ini, kamu bisa melihat dengan jelas seluruh Landscape Gunung Bromo yang sangat luas. Gunung Bromo, Lautan pasir, Bukit bathok dan Gunung Semeru yang menjulang tinggi nun jauh disana sangat jelas terlihat jika kondisi cuaca cerah. Pemandangan sunrise yang mempesona seperti halnya yang terjadi di Kawah Ijen di Banyuwangi

Kehidupan sosial serta budaya local yang masih melekat dalam rutinitas harian masyarakat suku Tengger menjadi fenomena menarik untuk diabadikan dalam frame foto. Apalagi disaat Kasada. Sebuah ritual yang dilakukan masyarakat Tengger setiap tahun untuk menghormati leluhur mereka. Acara ini di pusatkan di sebuah Pure yang berlokasi ditengah lautan pasir yang berdekatan dengan tangga menuju puncak. Menarik. Sebuah bangunan budaya dengan background perbukitan. Tak heran jika lokasi wisata ini banyak sekali mengundang banyak wisatawan dari mancanegara sedari dulu.

Rute menuju Lokasi

Menuju kawasan wisata Gunung Bromo sebenarnya tidaklah sulit. Sepanjang perjalanan dari Surabaya sampai lokasi semuanya merupakan jalanan aspal yang mulus. Dan yang lebih menggembirakan lagi, angkutan umum-pun banyak tersedia. Bagi kamu yang belum pernah ke Gunung Bromo, secara garis besar rute yang harus kamu tempuh adalah : Surabaya – Probolinggo – Gunung Bromo. Dari kota Surabaya, kamu cukup menuju terminal Purabaya lalu naik bus umum menuju kota Probolinggo. Perjalanan dari kota Surabaya – Probolinggo ditempuh dalam kurun waktu 2,5 jam. Turun di terminal bus Bayuangga di kota Probolinggo, kemudian ganti angkutan menuju Gunung Bromo yang banyak tersedia 24 jam di situ. Simple khan?

Buat kamu yang berasal dari luar Jawa Timur, menuju kota Surabaya juga bukan hal yang sulit. Dari kota asalmu, kamu bisa naik kereta atau membeli tiket pesawat murah yang banyak di promosikan oleh para agen tour travel.

Perjalanan ke Bromo kali ini cukup menyenangkan. Saya ditemani oleh mas Satriya, salah satu Photographer dari Club fotografi DPC Probolinggo. Selain berprofesi sebagai Photographer, mas Satriya merupakan salah satu Team Colouring Indonesia yang merupakan penduduk asli Probolinggo. Sering diminta untuk mengantar sahabat dan teman-teman sesama Photographer dari luar kota yang ingin berkunjung ke Gunung Bromo.

Kalau kamu membutuhkan guide perjalanan kesana, kamu bisa menghubungi Colouring Indonesia di (+62)812 9878 7674 atau Email : info@colouringindonesia.com

Harga Tiket Masuk

Untuk masuk lokasi wisata kamu akan dikenakan biaya tiket masuk wisata Gunung Bromo sebesar Rp. 32.500,-/orang. Cukup masuk akal kok. Dan yang perlu kamu ketahui juga, bahwa menuju lautan pasir dan mencapai anak tangga untuk naik ke puncak kamu harus naik Jeep wisata yang banyak disewakan di sekitar situ. Karena semua kendaraan umum dilarang masuk kecuali Jeep wisata dan motor. Sewa Jeep berkisar antara Rp 600.000 – 650.000. Paket rute yang akan ditempuh adalah Bukit Pananjakan, Pure, Anak tangga menuju Puncak Bromo, Bukit Teletubies dan kemudian kembali ke Basecamp.

Kalau kamu ingin mengejar sunrise sebaiknya kamu menginap di sekitar sini. Banyak tersedia hotel murah dan penginapan di Bromo. Jeep wisata bisa menjemputmu dari hotel atau dari terminal. Bila kamu start dari kota Probolinggo, usahakan berangkat paling lambat jam 1 dini hari. Perjalanan dari kota Probolinggo menuju Basecamp Bromo ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan. Setelah itu dilanjutkan dengan naik Jeep menuju Bukit Pananjakan untuk melihat sunrise kurang lebih 45 menit. Sembari menunggu sunrise, biasanya para wisatawan asik nongkrong di warung sambil minum kopi dan menyantap indomie rebus. Endes…


Tips berkunjung ke Gunung Bromo

  1. Suhu udara di Kawasan wisata Gunung Bromo termasuk dingin. Bisa mencapai 5 derajat pada bulan-bulan tertentu. Bawalah pakaian hangat agar kamu tidak kedinginan
  2. Fasilitas yang tersedia cukup memadai. Mulai dari Toilet umum, tempat makan, transportasi, bahkan kalau kamu masih merasa kedinginan, jaket tebal ala-ala pakaian sisa export juga banyak disewakan disini. Tidak perlu khawatir. Yang harus kamu persiapkan hanyalah uang yang cukup
  3. Kalau kamu belum pernah kesini, sebaiknya kamu ikut paket tour atau nge-trip bareng team Colouring Indonesia. Selain kepastian harga, nge-trip bersama orang yang lebih tau rasanya lebih nyaman. Ya khan?

 

Share
error: Content is protected !!