Pulau Timang, Gunungkidul Yogyakarta

Masih belum banyak wisatawan yang berkunjung ke Pantai ini. Jika diperhatikan, suasananya masih begitu alami. Walau tak bisa dipungkiri menuju lokasi Pantai Timang memang tidaklah mudah

Jangan membayangkan Pulau Timang seperti sebuah pulau pada umumnya yang berupa sebidang tanah dengan bibir pantai yang berpasir, yah? Pulau Timang sebenarnya adalah sebuah bongkahan batu karang yang besar dengan tebing yang curam pada sisi-sisinya. Terpisah dari daratan sekitar 500m jaraknya dan dibatasi langsung dengan pantai selatan yang ombaknya cukup besar. Jika kamu berdiri pada tepian karang dan melihat kebawah sana, kemungkinan kamu akan berpikir : Bagaimana para nelayan itu mencari lobster? Konon menurut cerita lobster banyak ditemukan di pulau ini. Hasil laut berupa Lobster yang memiliki nilai jual tinggi inilah yang akhirnya membuat mayarakat setempat rela bersusah payah dan berjuang untuk menuju pulau menyusuri medan yang berbahaya.

Pantai Timang memiliki pemandangan yang cukup indah. Terdiri dari bebatuan karang yang cukup tajam dan bisa merobek kulit jika tidak menggunakan alas kaki. Konturnya sangat berbeda dengan pantai biasa yang mempunyai pesisir yang luas dengan pasir yang lembut. Bahkan untuk berjalan kaki mengitari tepian pantai, kamupun harus berhati-hati supaya tidak tersandung. Pantai Timang masih tergolong alami. Belum ada pembangunan apapun disini terutama fasilitas umum. Orang berjualanpun masih jarang. Mungkin karena belum resmi dijadikan obyek wisata sehingga apapun yang ada disini masih terasa asli dan alami.

Kereta Gantung

Hal yang paling menarik di Pantai Timang adalah menguji adrenalin dengan naik Gondola atau kereta gantung. Sebenarnya Gondola ini awalnya dipergunakan oleh masyarakat setempat untuk mencari Lobster di sebrang. Tepatnya adalah alat transportasi untuk menyebrang ke sebuah batu karang besar yang menyerupai pulau yang disebut dengan Pulau Timang. Gondola kayu yang ada di Pantai Timang bukanlah fasilitas penunjang wisata yang disediakan oleh pemerintah Gunung Kidul. Yang menjadi sedikit mencekam adalah kondisi dari Gondola ini. Jangan dibayangkan bentuknya yang kokoh dari baja dengan kawat sling yang ditopang pipa besi. Gondola ini lebih sederhana bentuknya. Terbuat dari kayu dan muat hanya untuk satu orang saja. Ditarik dengan menggunakan tali tambang plastik yang menjulur dari tepi pantai sampai ujung karang di seberang sana. Semuanya menggunakan bahan kayu. Tidak ada juga mesin untuk menarik gondola. Mereka menariknya secara manual, 4 orang dari tepi pantai dan 2 orang lagi dari seberang. Termasuk salah satunya adalah Guide yang akan menjelaskan kepada wisatawan tentang pulau Timang. Ngeri ya? Berasa kurang safety. Apalagi ombak pantai selatan cukup ganas dibawah sana. Jika sesuatu terjadi, maka tamatlah riwayatmu. Sebenarnya cukup beralasan kenapa mereka tidak menggunakan bahan dari besi. Besi tidak cocok digunakan untuk udara yang lembab seperti di pantai. Mudah terkena korosi yang akhirnya malah membuat resiko semakin besar. Kayu dan bahan plastik adalah solusi yang tepat agar awet dan tahan lama. Masuk akal kan? Simak videonya disini…

Pada awalnya untuk menyeberang menggunakan kereta gantung ini gratis, namun melihat potensi yang ada, kemudian warga setempat mengkomersilkannya. Untuk sekali menyeberang, warga mematok harga naik gondola sebesar Rp 150.000/orang. Lumayan mahal sih, namun harap dimaklumi untuk menarik kereta gantung diperlukan tenaga yang banyak. Dijamin deh, pengalaman yang didapat lebih berharga daripada nominal uang yang kamu bayar.

Lokasi dan Transportasi menuju Pantai Timang

Pedukuhan Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Karena bukan pantai yang digarap sebagai obyek wisata, lokasi Pantai Timang memang kurang dikenal. Sehingga wajar banyak wisatawan akan mengalami kesulitan untuk menemukan lokasi pantai ini. Satu-satunya transportasi yang memungkinkan mencapai bibir pantai hanyalah motor. Banyak persewaaan Ojeg disekitar area parkir mobil. Awalnya saya merasa tarif sebesar Rp 40.000/motor untuk PP cukup mahal. Apalagi dibumbui dengan kalimat lokasinya jauh sekitar 3 km dengan jalan yang berbatu serta naik turun dsb. Apa iya? Masa sih? Keliatannya baik-baik saja. Tapi ya sudahlah. Daripada sok tau namun akhirnya menyesal, lebih baik menurut saja asal selamat sampai tujuan. Dan kenyataannya, apa yang mereka katakan benar. Dari lokasi parkir mobil jaraknya cukup jauh untuk menuju bibir pantai. Jalannya sebagian berbatu, sebagian lagi sudah di semen. Tetapi yang tidak bisa dihindari adalah jalanan yang naik turun. Sepanjang jalan 3 km itu akan membuatmu bergetar selama kurang lebih 30 menit. Jalanan terjal berbatu menuju pantai Timang memang tidak mudah dilewati walau dengan menggunakan motor sekalipun. Lumayan membuat kakimu pegel guys, meskipun cuma diboncengin.

Pulau-Timang

Kalau kamu berencana liburan ke Yogyakarta kamu bisa Email : info@colouringindonesia.com atau menggunakan jasa Yogyakarta Personal Guide

Rute menuju Pantai Timang Gunungkidul

Perjalanan dari Yogyakarta menuju Pantai Timang memakan waktu sekitar 3 jam. Jarak dari kota Wonosari sampai sampai Pulau Timang sekitar 35 km. Rutenya yaitu : Wonosari – menuju ke arah Pantai Baron – Pertigaan Mulo – menuju ke arah Pantai Siung – Pasar Dakbong. Dari sini kamu perjalanan dilanjutkan dengan naik Ojeg untuk sampai di Pantai Timang

Share
error: Content is protected !!