Menuju Pantai Sukamade, Banyuwangi

Berkunjung ke Pantai Sukamade sama halnya mengunjungi beberapa destinasi wisata sekaligus dalam sekali perjalanan. Pulau Merah, Pantai Rejagwesi dan Teluk Ijo (Green bay).

Petualangan panjang dan mengesankan akan kamu dapatkan sepanjang jalan menuju Pantai Sukamade, Banyuwangi. Jalan-jalannya dapet, foto-fotonya dapet, seru-seruannya dapet dan satu lagi, edukasi. Pantai Sukamade tidak hanya menawarkan sebuah pesona keindahan semata. Perjalanan panjang menuju kesana akan banyak membawa cerita yang mesti kamu dengar.

Pantai Sukamade termasuk dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Mempunyai ombak yang cukup besar dengan pasirnya yang coklat dan halus. Sedikit berbeda dengan daerah lain, menuju Pantai Sukamade masih banyak dijumpai pohon-pohon besar yang tumbuh subur dalam areal hutan yang masih asri. Kawasan pantai ini merupakan habitat dari beberapa spesies Penyu seperti Penyu Hijau, Sisik, Slengkrak dan Penyu Blimbing. Itulah kenapa, banyak wisatawan asing mau berkunjung ke pantai ini untuk melihat secara langsung tempat penangkaran penyu dan mengetahui proses bertelur-nya.

Untuk sampai ke pantai Sukamade, kamu harus melalui berbagai type jalanan yang beragam. Mulai dari jalan aspal, jalan tanah menyusuri perkebunan kopi dan coklat, menyebrang sungai, jalanan becek menjelajahi hutan karet yang cukup asri, melewati perkampungan kecil di dalam hutan, dan akhirnya sampailah kamu di basecamp terakhir. Sudah? Belum… Ditambah berjalan kaki kurang lebih 700 m barulah kamu sampai di bibir pantai. Jauh ya? Tapi semuanya menyenangkan. Memutuskan pergi berpetualang ke Pantai Sukamade di saat weekend adalah keputusan yang tepat. Tidak hanya pantai Sukamade saja yang menjadi tujuan utama, tetapi kamu juga bisa mampir ke Pulau Merah, Pantai Rejagwesi dan Teluk Ijo (Greenbay) dalam satu kali perjalanan. Bagaimana, asik khan?

Awal Perjalanan

Pantai Sukamade letaknya cukup jauh dari Kota Banyuwangi. Total jaraknya kurang lebih 100 km yang ditempuh selama 5 jam perjalanan. Mengingat rute yang panjang dan dengan berbagai macam kondisi, hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah masalah kendaraan. Untuk memudahkan mencapai lokasi, idealnya kamu harus menggunakan kendaraan Jeep atau model offroad. Ada 2 pilihan : Menyewa Jeep dari Kota Banyuwangi langsung menuju pantai Sukamade, atau, naik kendaraan pribadi dari kota Banyuwangi sampai ke pantai Rejagwesi, kemudian menyewa Jeep dari Pantai Rejagwesi menuju pantai Sukamade. Terserah… Hanya cara kedua memang sedikit merepotkan dan lebih mahal dari sisi budget. Jangan pernah berpikir membawa Family car atau City car ke tempat ini ya? Petualanganmu pasti hanya seputar cerita seru dorong mobil dan menunggu lama di bengkel. Itupun kalau ada.

Dari kota Banyuwangi, perjalanan pertama yang akan kamu tempuh adalah menuju Pantai Rejagwesi. Sekitar 70 km dari Banyuwangi atau sekitar 3 jam perjalanan. Melewati jalan aspal, kemudian disambung dengan jalan tanah melewati perkebunan, setelah itu jalan aspal lagi sampai ke pantai Rejagwesi. Rejagwesi sendiri adalah sebuah desa yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri dan sekaligus menjadi pintu gerbang menuju Pantai Sukamade. Banyak nelayan bisa kamu jumpai. Jika memutuskan untuk langsung menuju Teluk Ijo (Green bay), kamu bisa naik perahu dari sini menuju Teluk Ijo. Sewa perahu berkisar antara Rp. 300.000 – Rp. 350.000 dengan maksimal 10 penumpang. Sebagai catatan, tidak setiap saat kamu bisa menyewa perahu nelayan untuk menuju Teluk Ijo. Mereka (nelayan) melihat kondisi ombak lebih dulu. Jika ombaknya cukup besar, mereka juga tidak berani untuk melintasinya. Terlalu beresiko. Banyak karang-karang kecil yang bisa menghempaskan perahu mereka jika kondisi ombak terlalu besar. Lalu, apakah tidak ada cara lain menuju Teluk Ijo yang pemandangannya begitu eksotik? Ada, kamu bisa membaca artikel lain di website ini.

Sebenarnya, Pantai Rejagwesi punya beberapa lokasi wisata yang cukup bagus. Namun sayang, belum ada wisatawan yang menuju kesana. Team colouring Indonesia berkesempatan mengunjungi lokasi ini untuk melakukan survey. Beruntung kami dipertemukan dengan mas Poer yang menjadi Driver Jeep kami selama perjalanan. Sehingga segala informasi tentang Pantai Rejagwesi, Teluk Ijo dan Pantai Sukamade bisa kami dapatkan dengan mudah. Selain driver dan pemilik Jeep, mas Poer juga punya Hostel yang bisa dijadikan tempat untuk bermalam. Bersih dan murah.

Setelah kamu bersenang-senang di Pantai Rejagwesi, rute kedua adalah menuju Pantai Sukamade. Perjalanan akan menempuh jarak sekitar 30 km. Namun karena akses jalan yang lumayan terjal dan berliku, dibutuhkan waktu kurang lebih 1-1,5 jam perjalanan menuju kesana. Disinilah offroad sesungguhnya dimulai. Kamu akan diajak melintasi kawasan hutan dan perbukitan yang masih rimbun. Dari hutan asli sampai hutan karet yang berada di area sekitar perkampungan penduduk. Jika kamu melintasi area ini di malam hari, kamu akan menjumpai beberapa satwa liar yang masih banyak berkeliaran. Terutama adalah rusa, banteng dan babi hutan. Seperti perjalanan safari malam. Asik ya? Serasa berburu ditengah gelapnya malam dengan mobil Jeep yang dipenuhi lampu sorot.

Trooper

Selain jalanan berbatu, menanjak, becek dan berlumpur, kamu juga melintasi sebuah sungai dengan kedalaman 50 cm. Tidak terlalu dalam. Tapi jangan salah, jika musim hujan, kedalaman sungai bisa mencapai setengah badan Jeep. Cukup seru sih.. Bisa berteriak-teriak sepuasnya mumpung ga ada yang melarang. Sesampainya di Pantai Sukamade, sangat rugi jika kalian tidak menginap. Melihat proses penyu yang bertelur tengah malam nanti dan release tukik yang dilakukan di pagi harinya, adalah sebuah pengalaman dan edukasi berharga buat kita. Tak banyak orang yang tau proses ini. Dan di Pantai Sukamade, hal ini bisa berlangsung setiap hari. Namun sayang, di Pantai Sukamade hanya ada 2 lokasi penginapan dengan jumlah kamar yang terbatas. Kamu harus melakukan booking dulu sebelum berangkat. Penginapan ini rata-rata full untuk hari-hari tertentu terutama weekend. Ada solusi? Ada…

Jika kamu ingin travelling ke Banyuwangi dan nyobain berpetualang di beberapa destinasi wisata, kamu bisa menghubungi mas hendra (+62) 822 3370 0126 atau melihat banyuwangi personal Guide Tanyain destinasi mana saja yang bagus buat dikunjungi

Biar mas Hendra yang mengatur semuanya untukmu. Mulai dari menyediakan kendaraan Offroad, mencari tempat makan yang manusiawi, mem-booking penginapan, mengatur destinasi dsb.

Melihat Penyu Bertelur

Melihat proses penyu bertelur di pantai saat malam tiba sungguh situasi yang cukup Fenomenal. Dimulai saat penyu mendarat di pantai, berjalan pelan mencari lokasi yang nyaman, menggali lubang kemudian menetaskan telur, semuanya bisa kamu saksikan tengah malam nanti. Biasanya penyu akan mendarat di pantai mulai jam 20.00 dan kemudian kembali ke laut setelah jam 00.00. Sementara itu, sembari menunggu penyu-penyu ini mendarat, petugas pantai akan memberikan pengarahan seputar Do and Don’t di lokasi penginapan. Usai pengarahan, wisatawan akan dipandu menuju lokasi. Dalam gelap malam kamu akan diajak berjalan melintasi hutan sepanjang 700 m untuk sampai di bibir pantai. Kondisi jalan tanah ini cukup rata dan nyaman meski tanpa penerangan. Kurang lebih 100 meter sebelum bibir pantai, kamu tidak diperbolehkan lagi menyalakan senter. Benar-benar tanpa cahaya dan tidak boleh berisik. Hanya remang sinar bulan menjadi satu-satunya sumber cahaya untuk menerangi kakimu melangkah diatas pasir lembut dipinggiran pantai. Gelap dan hening. Suara deburan ombak cukup bergemuruh di sekitarmu. Menjadi Melow? Wah, itu pilihan. Penyu sangat sensitif jika melihat cahaya. Antara takut, atau tidak jadi bertelur. Daripada kamu kehilangan moment, lebih baik ikuti saja peraturan yang ada. Ya khan?

Proses bertelur memakan waktu selama 1 jam. Secara bergantian, Ranger pantai akan memberi kesempatan untuk mengabadikan proses ini dengan menggunakan kamera. Dengan catatan, tidak boleh menggunakan blitz. Ranger membawa lampu khusus agar penyu tidak terusik. Apakah bisa mengambil foto dengan kondisi minim cahaya? Bisa kok… Buktinya banyak orang bisa menghasilkan gambar yang bagus walaupun bukan professional.

Usai bertelur, penyu-penyu ini akan kembali ke pantai. Setelah mengubur lubang, kemudian mereka berjalan perlahan memberi jejak diatas pasir menuju lautan. Kamu boleh mengambil gambar, tetapi tidak boleh dari depan. Mungkin dari samping atau belakang. Sesaat setelah mereka kembali, ranger pantai akan mengumpulkan semua telur-telur itu dan membawanya ke tempat penangkaran. Selesai. Setelah itu acara bebas. Ada beberapa wisatawan yang kembali ke penginapan, tetapi ada juga yang memilih duduk-duduk manis dipinggiran pantai. Menikmati angin malam, sembari melihat deretan lampu minyak yang terpancar dari perahu nelayan yang sedang mencari ikan nun jauh disana.

Esok pagi, setelah sarapan di penginapan (include) acara dilanjutkan dengan pelepasan tukik. Jam 6 pagi waktunya berkumpul dengan wisatawan lain untuk melepas tukik kembali ke pantai. Petugas akan memberikan sebuah ember berisi 10-15 tukik (anak penyu) kepada masing-masing group. Dan kemudian berjalan bersama-sama kembali menuju Pantai.

Melepas tukik kembali ke pantai merupakan pengalaman yang menyenangkan. Ratusan tukik yang dilepaskan ini seolah berlomba berlari menuju pantai. Mereka tau dengan sendirinya habitat mereka. Lucu, dan tentunya bagus untuk di foto. Wisatawan asing begitu antusias melihat fenomena ini. Ntah denganmu…

turtle

Estimasi Biaya

  • Sewa Jeep Trooper dari Banyuwangi sampai Pantai Sukamade : Rp. 1.500.000,- Muat sekitar 5-6 orang.
  • Penginapan di Pantai Sukamade Rp. 100.000,-/orang (termasuk sarapan)
  • Makan extra di penginapan (jika dibutuhkan) Rp. 30.000,-/orang
  • Tiket masuk Rp. 27.500,-
  • Parkir mobil Rp. 15.000,-
  • Ranger pantai Rp. 100.000,-/Group
  • Pelepasan tukik Rp. 50.000,-/Group
  • Pengamatan Satwa Rp. 10.000,-/Orang

Tips Ke Pantai Sukamade

  • Bawalah senter atau penerangan lainnya
  • Memakai obat anti nyamuk karena nyamuk disini jahat banget. Selain itu binatang kecil di pantai juga membuat gatel di daerah pergelangan kaki.
  • Bawalah makanan ringan jika memang membutuhkan. Tidak ada warung apalagi restaurant di sekitar pantai.
  • Untuk berhemat, bawalah juga air minum secukupnya. Jangan boros semuanya beli di penginapan yang harganya pasti diatas rata-rata.

 

Share
error: Content is protected !!