Goa Jomblang, Cahaya dari langit

Menuruni goa sedalam 60 meter dengan menggunakan tali bukanlah sebuah persoalan yang mudah. Degub jantung yang berdetak begitu kencang menandakan ada sebuah kekhawatiran disitu. Coba saja, dan rasakan sensasinya

Goa Jomblang merupakan salah satu dari ratusan kompleks gua di Gunungkidul yang menjadi terkenal karena keunikannya. Mempunyai bentuk yang vertical dengan hutan lebat sampai ke bawah. Bayangkan saja seperti kamu melihat sebuah sumur besar dengan diameter lubang sekitar 50 meter. Mungkin juga terlihat seperti sebuah mangkuk raksasa. Sejarah Goa Jomblang terbentuk dari proses geologi saat tanah dan vegetasi yang tumbuh subur dipermukaan menghilang ke dalam perut bumi ribuan tahun yang lalu. Reruntuhan ini kemudian membentuk sinkhole, yang dalam bahasa Jawa disebut sumuran atau luweng

Caving-Gua-jomblang

Sejatinya, menuruni sebuah gua vertikal dari sebuah ketinggian tertentu bukanlah perkara yang mudah. Kamu harus menguasai single rope technique (SRT) untuk menjamin keselamatan saat bergelantungan dengan tali. Tapi jangan khawatir, dengan semakin banyaknya wisatawan yang ingin meng-explore keindahan tempat ini, penduduk sekitar telah menyiapkan segala perlengkapan SRT dan dukungan tenaga professional yang akan membawamu turun ke bawah dengan selamat. Meski demikan, setiap orang yang akan melakukan caving di tempat ini harus tetap menggunakan Helm, Sabuk badan (Harness) dan sepatu boot yang merupakan peralatan standart

Adventure-gua-jomblang

Petualangan ke bagian dalam bumi segera dimulai dengan meninggalkan basecamp untuk sampai ke tepi gua sebagai trek. Pemandu akan memberitau cara memakai semua perlengkapan dan menjelaskan secara detail setiap fungsi dari masing-masing alat itu. Jangan grogi ya? Santai saja… Ada beberapa orang professional disitu yang akan mengecek ulang semua kelengkapanmu sekaligus memasang carabiner. Selama kamu bergelantungan di atas, kamu hanya bisa melihat karts dan daerah tandus dengan banyak ranting dan akar pohon. Tetapi sesampainya di dalam, semuanya berubah. Kamu akan benar-benar melihat pemandangan hijau dan subur dengan vegetasi yang lebat. Berbagai macam lumut, pakis, semak, dan pohon-pohon besar padat tumbuh disana. Perasaan takut dan gugup ketika kamu tergantung di udara tiba-tiba menghilang saat pertama kali kamu menginjak dan melangkahkan kaki di tanah. Hawa sejuk mengawali suasana di tempat ini. Sangat berbeda dengan suhu di atas.

Cuma sampai disini?

Tidak! Petualangan yang kamu lakukan tidak hanya berhenti di Goa Jomblang. Kamu akan dipandu memasuki sebuah lorong sepanjang 300 meter untuk mencapai Goa Grubug. Lorong ini ibaratnya seperti sebuah pintu masuk yang cukup besar dan gelap. Di dalam lorong yang gelap ini tanah yang kamu pijak berlumpur dan cukup licin. Namun terdapat beberapa pijakan semen di sepanjang lorong yang memudahkanmu untuk sampai di Goa Grubug tanpa terpeleset. Jika kamu mengarahkan senter ke atas, akan terlihat banyak ornamen yang indah seperti kristal, stalaktit dan stalagmit menghiasi lorong ini. Setelah berjalan beberapa saat, terdengar gemuruh dari aliran sungai dan sedikit cahaya dalam gelap. Terus saja berjalan… Sampai kamu tiba di lokasi utama. Di ujung sebelah sana, tempat yang menjadi pangkal dari lorong ini, kamu akan melihat sebuah pemandangan yang indah, yang benar-benar mempesona terhampar di depan mata. Inilah yang sering disebut orang cahaya dari langit. Dimana sinar mentari yang masuk melalui Luweng Grubug membentuk pilar cahaya 90 derajat di atas kepala dan bersinar Flowstone ke dalam gua yang gelap. Dibawah sana, sungai bawah tanah yang masih terhubung dengan aliran sungai Kalisuci mengalir deras membentuk riam-riam kecil. Tetesan air yang jatuh bersama dengan datangnya arah cahaya, membuat suasana bertambah magis. Kamu akan terbuai dengan pesona alam ini. Ternyata keindahan sejati itu memang ada, dan tidak hanya sebuah lukisan.

Akses menuju lokasi

Lokasi wisata Goa Jomblang terletak di daerah Jetis Wetan, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul. Sekitar 8 km kearah timur dari kota Wonosari atau sekitar 50 km sebelah tenggara Yogyakarta. Seperti biasa, rasanya memang jarang sekali lokasi wisata di Indonesia yang menyediakan angkutan umum langsung menuju lokasi. Selalu ada kesulitan dikarenakan akses jalan yang masih belum sempurna. Beberapa kilometer sebelum lokasi, akses jalanan masih berbatu. Rambu dan petunjuk arah juga minim. Hanya Tuhan dan penduduk setempatlah yang tau. Untuk itu, sering-seringlah menggunakan GPS (Gunakan Penduduk Setempat) a.k.a bertanya. Secara garis besar, rute menuju Gua Jomblang adalah : Yogyakarta – Wonosari – Semanu – Gua Jomblang.

Dari terminal Giwangan Yogyakarta, kamu bisa naik bus umum jurusan Yogya – Wonosari. Setelah itu dilanjutkan dengan naik Ojeg menuju lokasi. Cara yang paling mudah adalah sewa kendaraan.

Kalau kamu ingin berpetualang di Goa Jomblang, kamu bisa Email : info@colouringindonesia.com atau menggunakan jasa Yogyakarta Personal Guide

Tiket dan Fasilitas

Untuk menikmati pesona wisata Goa Jomblang, kamu harus membayar tarif yang lumayan mahal Rp. 450.000,- /Orang. Tiket goa Jomblang ini sudah termasuk

  1. Welcome drink (Kopi hitam, Kopimix, Teh)
  2. Air mineral botol
  3. Lunch Box (Dibagikan bersama air mineral setelah melakukan caving)
  4. Sepatu boot
  5. Helm
  6. Perlengkapan rappelling lengkap

Tips Adventure di Goa Jomblang

  1. Berangkatlah sekitar jam 6 pagi jika kamu start dari Yogyakarta. Perjalanan ke Goa Jomblang ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama jika kamu memilih menggunakan angkutan umum. Sebagai catatan, di hari libur jalanan Yogyakarta – Wonosari cukup padat, bahkan kemungkinan macet. So, be prepared ya?
  2. Setiap hari diberlakukan pembatasan wisatawan yang akan berpetualang di Gua Jomblang. Maksimal adalah 80 orang/hari. Disamping menjaga keseimbangan alam, hal ini bertujuan agar wisatawan tidak menumpuk di dalam gua sehingga dapat berakibat fatal. Pendaftaran terakhir di tutup pada pukul 11 siang.
  3. Waktu terbaik untuk menikmati panorama gua Grubug adalah jam 10 pagi sampai jam 12 siang. Dimana cahaya matahari akan sempurna dan membentuk sudut yang tepat diatas kepala kita. Lebih dari jam itu, kemungkinan sudut jatuhnya cahaya akan sedikit berbelok. Tetap cantik sih, tapi ada nilai yang kurang.
  4. Bawalah tas kamera yang kecil dan jangan terlalu banyak membawa asessories. Semua barang yang tidak begitu dibutuhkan bisa dititipkan di tempat pendaftaran. Usahakan kedua tanganmu tidak repot membawa sesuatu, ya?. Ini penting demi menjaga keseimbangan tubuh. Karena kegiatan yang akan kamu lakukan mengandung resiko yang cukup fatal.
Share
error: Content is protected !!