Ecowisata Mangrove Bedul, Banyuwangi

Jika dilihat sekilas, Ecowisata Mangrove Bedul mengingatkan saya akan tempat-tempat sunyi di pedalaman Kalimantan. Menyusuri anak sungai menggunakan perahu kayu milik penduduk setempat, membelah hutan mangrove yang tumbuh lebat di sepanjang tepian sungai. Riak yang tenang, dan alam sekitarnya-pun menyuguhkan sebuah eksotisme yang sungguh menenangkan. Perahu kayu berjalan pelan seolah se-irama dengan akar-akar mangrove yang meliuk menjuntai.

Ekowisata Mangrove Bedul bukan berada di Kalimantan. Tepatnya berada di Desa Sumbersari, Kevamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi – Jawa Timur. Lokasinya terletak di garis pantai selatan yang jaraknya kurang lebih 54 km ke arah selatan dari kota Banyuwangi. Kawasan mangrove Bedul berada ditepian segoro anakan sepanjang kurang lebih 16 km. Dengan luas hutan mangrove sekitar 2.300 hektar yang berada dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo.

hutan-mangrove

Yang menarik dari Ecowisata Mangrove Bedul

Bedul merupakan destinasi wisata eksotis di Banyuwangi berupa hutan mangrove luas yang masih alami. Perlu kamu tau, Hutan Bedul memiliki sekitar 26 jenis mangrove dari 16 famili. Jumlah jenis mangrove yang tidak bisa dikatakan sedikit. Kerapatannya seperti menyatu sehingga sinar matahari-pun kadang susah untuk menembusnya. Oleh karena itu, dibeberapa tempat di area ini bernuansa teduh dan cukup lembab. Selain terdapat berbagai jenis mangrove, di Bedul juga terdapat beberapa satwa liar antara lain seperti monyet, bangau, biawak dan burung elang. Namun diantara beberapa satwa tersebut, monyet-lah binatang yang sangat mudah dijumpai. Saat pertama kali menginjakkan kaki di hutan mangrove ini, kamu akan disambut oleh segerombol monyet yang centil yang kadang suka usil.

mangrove-bedul

Perahu Gondang – Gandung

Perahu Gondang-gandung sebenarnya adalah perahu kayu biasa. Tidak ada yang istimewa kecuali suara deru mesinnya yang memekakan telinga. Swear! Awalnya sih biasa saja, tetapi lama-lama berisik juga. Terlalu berisik malah. Kamu bisa naik perahu ini mengelilingi hutan mangrove yang arealnya cukup luas. Dulunya, untuk naik perahu ini wisatawan harus berjalan kaki sepanjang 225 meter melewati rimbunan tanaman mangrove dengan jalan yang cukup becek, apalagi ketika air pasang. Cukup susah dan tidak ada yang berani. Tetapi sekarang telah dibangun sebuah dermaga kecil dan jalan kayu yang rapi. Nyaman kok dan mungkin cocok buat spot pre-wedding. Perahu Gondang-gandung muat untuk 10-15 orang. Dan kalau kamu berminat keliling hutan mangrove dengan menggunakan transportasi perahu ini, disediakan beberapa paket sesuai dengan rute yang dituju. Untuk menuju pantai Kere, pengujung dikenakan tarif Rp 150.000 untuk 15 orang dalam satu perahu. Perjalanan ke pantai tersebut membutuhkan waktu satu jam. Di Pantai kere terdapat tempat peristirahatan para pencari ikan. Cukup membingungkan mengeja kata ‘kere’. Jika kere = miskin, maka makna kata ini memang sesuai dengan keadaan aslinya. Dan apakah memang itu yang dimaksud, saya sendiri ragu untuk bertanya. Selain pantai kere, kamu bisa juga mengambil rute ke pantai Ngagelan. Membutuhkan waktu sekitar setengah hari dengan tarif Rp 300.000/ perahu. Di pantai yang berada di kawasan alas Purwo itu kamu bisa melihat penangkaran penyu. Sementara ke Cungur, untuk 15 orang dikenakan tarif Rp 200.000.

perahu

Rute menuju Lokasi

Walaupun lokasinya cukup jauh dari pusat kota, namun akses jalannya sangat bagus dengan kondisi aspal yang rata di sepanjang jalan utama sampai ke titik tempat tujuan. Yang sulit adalah Moda transportasinya. Kalau kamu naik kendaraan umum, yang harus kamu lakukan adalah naik bus dari Banyuwangi tujuan Jember dan turun di pertigaan Benculuk. Setelah itu disambung dengan naik ojeg motor yang jaraknya masih cukup jauh menuju lokasi. Ribet khan?


Jika kamu ingin travelling ke Banyuwangi kamu bisa Email : info@colouringindonesia.com atau menggunakan jasa Banyuwangi Personal Guide

Yang Perlu Diperhatikan saat Mengunjungi Obyek Wisata Bedul

Di lokasi ekowisata Mangrove Bedul ini banyak dijumpai monyet. Populasinya jelas lebih banyak daripada pengunjung walau dalam keadaaan ramai sekalipun. Yang menyebalkan adalah mereka cukup centil dan usil. Bila di sebuah keramaian banyak slogan awas copet, mungkin di tempat ini harus ada tulisan “Awas Monyet”. Mengingat lokasinya masih berupa hutan, nyamuk adalah binatang kedua yang cukup menyebalkan di area ini. Atau binatang kecil-kecil ntah apa namanya yang bikin gatel di sekitar pergelangan kaki dan tangan. Ada baiknya kamu memakai obat nyamuk oles sebelum berkeliling. Atau menggunakan kaos lengan panjang dan memakai sepatu biar lebih aman.

Share
error: Content is protected !!