4 tempat wisata Yogyakarta yang membutuhkan nyali

Sebenarnya mengunjungi tempat wisata di Yogyakarta tidak semuanya berupa city tour atau wisata budaya. Selain kuliner dan panorama pantai, ada beberapa tempat wisata di Yogyakarta yang cukup menantang untuk dikunjungi. Dibalik batuan kapur dan bukit-bukit karts yang ditumbuhi vegetasi nan subur, alam bawah tanah Gunungkidul ternyata menyimpan sejuta pesona yang sangat memukau. Berikut diantaranya :

Cave Tubing Kalisuci

Cave Tubing kalisuci sebenarnya bukan tempat wisata baru di Yogyakarta. Setelah booming wisata Gua Pindul beberapa tahun lalu, wisata cave tubing Kalisuci mulai dilirik sebagai alternatif tempat wisata sejenis. Jika di Gua Pindul wisatawan dipandu untuk menyusuri sungai dan menikmati keindahan gua bawah tanah tanpa menemui kendala, maka di lokasi Cave Tubing Kalisuci ini kegiatannya agak sedikit extreme. Kamu akan diarahkan untuk menyusuri sungai Kalisuci yang berkelok-kelok dengan menggunakan ban. Jeram di sungai Kalisuci ini tidak terlalu besar sehingga aman bagi seorang pemula sekalipun. Terkadang kita juga harus mendayung menggunakan tangan agar ban bisa bergerak. Sedangkan di tempat berbatu dengan aliran yang cepat, ban akan berputar-putar mengikuti arus. Yang menarik dari petualangan ini adalah ketika kamu harus masuk ke dalam gua. Sinar matahari menghilang dan situasi berubah menjadi gelap. Untuk melihat video dan cerita lengkapnya, kamu bisa membacanya di artikel Cave Tubing Kalisuci

Pulau Timang

Pulau Timang memang belum termasuk dalam deretan pantai-pantai terkenal di pesisir selatan Yogyakarta. Pulau Timang sebenarnya adalah sebuah bongkahan batu karang yang besar dengan tebing yang curam pada sisi-sisinya. Terpisah dari daratan sekitar 500m jaraknya dan dibatasi langsung dengan pantai selatan yang ombaknya cukup besar. Hal yang paling menarik di Pantai Timang adalah menguji adrenalin dengan naik Gondola atau kereta gantung menyebrangi pantai selatan menuju Pulau Timang. Jangan dibayangkan bentuknya yang kokoh dari baja dengan kawat sling yang ditopang pipa besi. Gondola ini lebih sederhana bentuknya. Untuk mengetahui lokasi pulau timang kamu bisa membaca artikelnya di Pulau Timang, Gunungkidul Yogyakarta


Kalau kamu berencana berlibur dan meng-Explore Yogyakarta kamu bisa Email : info@colouringindonesia.com atau menggunakan jasa Yogyakarta Personal Guide

Gua Jomblang

Gua Jomblang merupakan salah satu dari ratusan kompleks gua di Gunungkidul yang menjadi terkenal karena keunikannya. Mempunyai bentuk yang vertical dengan hutan lebat sampai ke bawah. Kamu bisa membayangkan bentuknya seperti sebuah sumur dengan lebar kurang lebih 50 m. Apa yang membuat tempat wisata ini membutuhkan nyali? Karena untuk melihat panorama yang eksotik dibawah sana, kamu diwajibkan untuk turun sedalam 60 meter dengan menggunakan tali. Sejatinya, menuruni sebuah gua vertikal dari sebuah ketinggian tertentu bukanlah perkara yang mudah. Tapi jangan khawatir, dengan semakin banyaknya wisatawan yang ingin meng-explore keindahan tempat ini, penduduk sekitar telah menyiapkan segala perlengkapan SRT dan dukungan tenaga professional yang akan membawamu turun ke bawah dengan selamat. Di bawah sana, kamu akan menemukan sebuah pemandangan yang mempesona. Tempat yang sering disebut orang sebagai Cahaya dari langit. Dimana sinar mentari yang masuk melalui Luweng Grubug membentuk pilar cahaya 90 derajat di atas kepala dan bersinar Flowstone ke dalam gua yang gelap. Untuk mengetahui Lokasi Goa Jomblang dan Harga Tiket masuk Goa Jomblang kamu bisa membacanya artikelnya disini

Gua Kidang Kencana

Salah satu tempat wisata di yogyakarta yang mungkin tidak terlalu banyak ter-expose adalah Gua Kidang Kencana. Selain lokasinya yang terpencil di Kulonprogo, rambu-rambu jalan menuju tempat wisata ini memang jarang ditemui, sehingga menyulitkan bagi wisatawan yang ingin berkunjung. Tapi meski demikian, wisata Gua kidang kencana ini layak dikunjungi bagi kamu yang suka akan tantangan. Di balik perbukitan sunyi dan tanah karst yang tertutup vegetasi rapat nan subur, sebuah lorong di perut bumi menyimpan pesona alaminya. Lorong sepanjang 500 m ini tidak diberi lampu penerangan atau jalanan cor semen yang memudahkan kita untuk mengeksplorasi kedalaman gua. Bahkan tak jarang kamu harus berjalan jongkok atau merangkak jika lubang di perut bumi ini semakin menyempit. Benar-benar kondisi yang sulit. Tapi yang membuat kagum adalah fenomena endokarst yang ada di dinding gua. Memandangi setiap sudutnya akan membuat kita seperti berada di sebuah ruangan besar yang penuh dengan ornamen.

Share
error: Content is protected !!